Kehadiran travel agen sudah ada sejak zaman dahulu kala, menurut buku yang pernah saya baca salah satu pelopor travel agen di dunia adalah Thomas Cook. Thomas cook pertama kali menjalankan usahanya dengan memberikan layanan perjalanan wisata bagi masyarakat inggris pada waktu itu dengan menggunakan kereta api. Saat ini bisnis travel agen kian berkembang dengan berbagai macam spesialisasi ada yang mengkhususkan pada ziarah (pilgrim), umrah & ibadah haji, bisnis dan lain-lain. Seiring dengan perjalanan waktu bisinis travel agen pun menghadapi ancaman baru khususnya dalam hal penjualan tiket perjalanan (kereta, kapal laut, dan pesawat). Ancaman yang sekarang muncul adalah kehadiran saluran distribusi baru penjualan tiket yakni melalui PT. Pos Indonesia & pembelian secara on-line melalui website. Jelas ini merupakan ancaman serius bagi travel agen, cepat atau lambat travel agen akan mulai ditinggalkan oleh konsumen (dengan catatan apabila travel agen itu tidak segera berbenah diri) walaupun tidak secara sekaligus tetapi suatu waktu ancaman itu akan menjadi kenyataan. Saya tidak tahu persis mengenai berapa angka atau persentase masyarakat yang membeli tiket perjalanan melalui PT. Pos Indonesia dan pembelian secara on-line. Saya bisa pastikan kalau kedua saluran distribusi penjualan tiket perjalanan ini di kemudian hari tidak hanya sekedar menjadi alternatif tetapi akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Semua ini tinggal menunggu waktu saja mengenai tingkat kesadaran & pengetahuan masyarakat akan hal ini. Tingkat kesadaran & Pengetahuan masyarakat ini akan tumbuh tergantung sampai sejauh mana pihak penyedia jasa perjalanan (provider) melakukan sosialisai & edukasi ke tengah-tengah masyarakat. Sebagai contoh airasia begitu gencar-gencarnya melakukan promosi & sosialisasinya melalui berbagai macam media baik surat kabar dan televisi.
Sebagai insan yang bergerak di dunia pariwisata khusus bidang travel agen, di satu sisi saya merasa prihatin dengan hal tersebut, kenapa karena ada semacam kesemrawutan atau ketimpangan mengenai saluran distribusi penjualan tiket perjalanan bayangkan saja PT. Pos indonesia yang dahulu kita kenal sebagai suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang pengiriman surat, dokumen, & paket kini mereka berubah dari jalur yang seharusnya. PT. Pos Indonesia kini menjadi Point of all various transaction artinya PT Pos Indonesia kini menjadi titik segala macam transaksi mulai dari layanan pengiriman surat, dokumen, wesel, paket, pembayaran segala macam tagihan semisal kartu kredit, cicilan motor, tabungan, listrik, telepon, PDAM, asuransi dll. Jangan-jangan PT. Pos Indonesia Jualan Beras atau minyak goreng juga nantinya he he he he (upps I am sorry just kiding) emmm klo ada orang PT Pos Indonesia yang baca tulisan ini jangan marah yach he he he. ini hanya sebagai kritisi dari seorang anak manusia yang sedang belajar membuat tulisan. Saya salut dengan PT Pos Indonesia di tengah persaingan bebas seperti sekarang ini menghadapi gencarnya ekspansi perusahaan swasta jasa layanan paket dokumen seperti TIKI, DHL, FEDEX, PCP, PT Pos Indonesia mampu melakukan perubahan untuk tetap eksis. Dibalik rasa prihatin saya tadi itu tersimpan sebuah harapan atau semangat bagi travel agen, yakni semangat melakukan perubahan kalau PT Pos Indonesia saja bisa berubah kenapa travel agen tidak bisa berubah. Ayo lakukan perubahan itu sekarang juga. Mr Obama, presiden As ke-44 bilang dalam kampanyenya “Yes We Can (Changes)”. Harapan saya lainnya untuk para penyedia jasa layanan transportasi adalah hak bisnis anda untuk membuat saluran distribusi baru penjualan tiket perjalanan tp alangkah baiknya dibuat semacam regulasi yang bisa menguntungkan semua pihak jadi tidak ada salah satu pihak pun yang merasa dirugikan. sebagai contoh : Batavia air membuat website penjualan tiket pesawat secara on-line untuk publik akan tetapi harga di website untuk kelas yang sama dibedakan 10,000 lebih mahal dibandingkan jika kita membeli langsung lewat travel agent. Saya kira ini adalah salah satu kebijakan bagus yang dibuat oleh Batavia Air untuk tetap menjaga keseimbangan sehingga semua pihak bisa tetap eksis bukan axis he he hehe. Bagi travel agent yang sekarang ini hanya sekedar fokus menjual tiket perjalanan sudah saatnya Anda berubah membuat produk semisal paket wisata karena the real travel agent adalah membuat produk berupa paket wisata, bukan hanya sekedar jualan tiket karena tiket hanyalah salah satu unsur atau komponen perjalanan. jadi teringat salah satu tagnya salah satu travel agen di Bandung namanya Super Ticket kalau tidak salah tag linenya : “Super Ticket is not just a ticket “. kalau salah mohon dikoreksi
written by :
Fanny Rismansyah, Amd Par (Copyright 2009).



August 28th, 2009 on 2:48 am
Mas numpang nanya dikit yach,mhn diizinkan dan dijawab?
Mas sbnrnya berapa besar keuntungan dr penjualan tiket pesawat itu sendiri mas?kira2 air line apa yg memberikan komisi yg paling besar?
Oh ya mas saya juga usaha dibidang ini,tp profitnya kecil bngt ya mas,semakin murah tiket semakin kecil komisi yg didptkan agen?n penumpang slalu minta tiket yg murah?kadang kita sampe tekor lho mas..mngkn mas bisa ngasih solusi atau tip n triknya
terimakasih